Aliran dana mengendap di Bali hanya 40%
Oleh: I Komang Robby Patria - Wed Apr 18, 7:13 pm
- 240 views
- Tweet
DENPASAR: Bali sekurang-kurangnya hanya mendapatkan kontribusi dari pendapatan sebesar 30%- 40% dari sisa aliran dana yang mengalir ke luar daerah.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan dengan nilai besaran tersebut Pemerintah Provinsi Bali mengharapkan peran dan sumbangsih BUMN untuk menyisihkan 2% dari laba perusahaan Negara itu berpartisipasi dalam melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan corporate social responsibility (CSR).
Menurut Pastika hal itu juga merupakan amanat UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta UU no 19 tahun 2003 tentang BUMN yang menyatakan bahwa pendirian BUMN tidak hanya mengejar keuntungan melainkan turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada Pengusaha ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.
“Agar wadah CSR dari BUMN tidak berjalan sendiri dan lepas dari unsur promosi Makanya hal ini kita atur melalui kesepakatan antara Pemprov Bali dengan Koordinator BUMN, PT Bali Tourism Development Centre (BTDC),” ujarnya hari ini.
Pastika mengatakan hal itu saat acara penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Bali dengan Direktur BTDC selaku koordinator BUMN Pembina PKBL wilayah Bali tentaang koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergisitas program tanggung jawab sosial serta PKBL.
Menurut data Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali dari 33 BUMN yang tercatat di Bali, 4 di antaranya sudah merencanakan untuk berkontribusi dalam program bedah rumah. Empat organisasi atau perusahaan tersebut adalah perkumpulan istri pimpinan BUMN wilayah Bali sebanyak 22 unit dengan sasaran paraa veteran dan masyarakat umum. Kedua, gerakan koperasi Peduli Bedah Rumah sebanyak 16 unit dengan sasaran masyaraakat miskin di Bangli dan Karangasem.
Berikutnya adalah PT HM Sampoerna Tbk. berkontribusi minimal 15 unit serta program pendidikan dan pembuatan rumah tahan gempa untuk masyrakat miskin. Terakhir, adalah Bank BPD Bali.
Pastika menambahkan semenjak tahun 2010, Pemprov Bali bersama stakeholders melalui dana APBD, APBN dan CSR baru menyelesaikan bantuan bedah rumah sebanyak 4.858 unit. Sisanya, sebanyak 8.142 unit, kata Pastika diharapkan sumbangsih dari BUMN, Apindo, pelaku pariwisata dan Stakeholders lainnya.
Begitu juga dengan UMKM yang pada 2011 lalau tercatat sebanyak 262.037 buah, dan IKM sebesar 232.600 buah dan koperasi sebesar 4.352 buah masih memerlukan dukungan baik berupa dana, pendidikan kewirausahawan dan manajerial sehingga UMKM mampu menggerakkan roda perekonomian di pedesaan.
Direktur BTDC Ida Bagoes Wirajaya mengatakan melalui MoU itu diharapkan terjadi sinkronisasi dan sinergisitas program CSR BUMN dengan pemerintah Bali. Melalui kesepakatan ini nantinya akan diatur bagaimana pengaturannya dan sasaran yang ditetapkan oleh pemprov Bali. Dikatakan untuk tahun 2011, BTDC mengalokasikan untuk PKBL sebesar Rp 2 miliar untuk lingkungan, kesehatan masyarakat, pembangunan pura.(k51)online casino
- 0 Comments
- 240 views
Print