ANTISIPASI DEMO: Lima SPBU di Lombok dijaga ketat

Oleh: Ashari Purwo - Tue Mar 27, 2:24 pm

DENPASAR: PT Pertamina Persero Bali dan Nusa Tenggara mengadakan koordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan lima stasiun pengisian bahan bakar umum di Lombok.

Sales Area Manager Bali Nusa Tenggara PT Pertamina Persero, Iin Febrian mengatakan koordinasi pengamanan lima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) itu untuk mengantisipasi aksi demonstrasi yang berpotensi terjadi di pusat Kota Lombok. “Lima SPBU itu tetap buka namun dengan penjagaan ketat,” katanya kepada Bisnis, hari ini.

Lebih lanjut, Iin menyampaikan, pengamanan itu dilakukan pada jalur distribusi dari depo hingga SPBU. Adapun pasokan ke SPBU dilakukan pada malam hari untuk pertimbangan menghindari kemacetan dan keamanan. Tindakan itu dilakukan pertamina mengingat keamanan SPBU dan keamanan konsumen.

Selain itu, Pertamina juga mengimbau pada konsumen di Lombok untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU diluar jalur demo. “Tidak ada pengosongan atau penutupan SPBU di Lombok dan Bali. Masyarakat tidak perlu khawatir akan stok, karena BBM kuota telah siap didstribusikan.”

Sementara itu di Bali, Iin memaparkan, belum ada koordinasi pengamanan SPBU di jalur demonstrasi. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) aksi demonstrasi sejumlah elemen, termasuk mahasiswa di Bali masih dalam kondisi terkendali. Pasokan dari depo menuju SPBU pun masih berjalan normal seperti hari biasa.

Berdasarkan data Pertamina, konsumsi masyarakat Bali dan Nusa Tenggara masih didominasi BBM jenis premium dengan konsumsi 2.054 kiloliter/hari, sementara jenis pertamax hanya 26 kiloliter/hari. Pada kebuthan itu kapasitas tangki timbun pertamax di Pesanggaran sebesar 2.540 kiloliter.

Disinggung terkait potensi kenaikan BBM, saat ini Pertamina tengah menunggu pengaturan yang direncanakan pada April 2012. Untuk wilayah Jawa dan Bali, pembatasan masih belum dilandasi kebijakan hukum yang sesuai.

Iin mengatakan, Pertamina masih menggunakan kebijakan hukum yang ada saat ini Peraturan Presiden No.55/2005 dan Perpres No.9/2006. “Sedangkan perpres itu sama sekali tidak menyinggung tentang pengaturan BBM bersubsidi.”

Sementara itu berdasar pantauan Bisnis, sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) universitas di Bali menggelar aksi demonstrasi secara damai di depan kampus Universitas Udayana, jalan Sudirman, Denpasar. Aksi panggung rakyat dengan spanduk penolakan BBM itu rencananya akan digelar selama tiga hari.(21) online casino

Leave a Reply

Comments are closed on this post.