BANK UMUM BALI: LDR Q2 Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Oleh: Agust Supriadi - Thu Aug 09, 7:23 pm
- 137 views
- Tweet
DENPASAR–Rasio penyaluran kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) bank umum di Bali pada kuartal II/2012 mencapai 69,26%, level tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Dwi Pranoto, Kepala Kantor Perwakilan BI Denpasar, menjelaskan tingginya LDR bank umum dipicu oleh ekspansi kredit yang lebih besar dibandingkan pengerahan dana masyarakat. Pada kuartal II pertumbuhan kredit sebesar 26,52%, sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) hanya 22,9%.
“Rasio LDR bank umum yang mencapai 69,26% merupakan capaian LDR tertinggi dalam lima tahun terakhir,” tulisnya dalam Kajian Ekonomi Regional Provinsi Bali Triwulan II/2012, Kamis (9/8).
Bank pemerintah, termasuk BPD Bali, merupakan bank dengan pencapaian LDR tertinggi sebesar 73,73%. Diikuti kemudian oleh bank swasta sebesar 65,97% dan bank asing 17,85%.
Secara nominal, lanjut Dwi, kredit yang disalurkan oleh bank umum hingga kuartal II/2012 mencapai Rp34,33 triliun atau 60,14% dari total asset.
Kredit modal kerja mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 29,9% atau Rp3,34 triliun, dengan total posisi kredit Rp14,52 triliun.
Sementara kredit investasi mencapai Rp6,4 triliun atau tumbuh 28,9%, melambat dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 38,53%.
Kemudian diikuti oleh kredit konsumsi yang tumbuh 22,01 atau Rp2,42 triliun, sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 22,9%.
Kendati melambat, Dwi Pranoto menilai kredit konsumsi yang dikucurkan bank umum masih tergolong tinggi karena terdorong oleh peningkatan kepemilikan rumah tinggal dan kendaraan bermotor, yang umumnya dibiayai dengan kredit perbankan.
Secara sektoral, Dwi Pranoto menuturkan mayoritas kredit produktif bank umum tersalurkan untuk kegiatan perdagangan, yakni mencapai Rp9,73 triliun pada kuartal II atau tumbuh 35,5%.
Tingginya kredit sektor perdagangan umumnya tersalurkan untuk perdagangan eceran yang jumlahnya semakin banyak di Bali.
“Hal ini dipicu oleh menjamurnya usaha perdagangan eceran di Bali, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dan Tabanan, yang dipengaruhi oleh pengembangan daerah usaha
dan daerah hunian baru,” terangnya.
Selain kredit perdagangan, Dwi mengatakan ekspansi kredit terbesar kedua disalurkan untuk sektor peyediaan akomodasi dan makan minum sebesar Rp2,94 triliun, dengan pertumbuhan 46,27%.
Sektor industri pengolahan juga memperoleh kredit cukup besar, yakni sebesar Rp1,36 triliun, dengan laju pertumbuhan 51,28%. Sementara kredit untuk sektor real estate sebesar Rp1,05 triliun atau 3,08% dari total kredit.
“Umumnya kredit sektor real estate didominasi untuk pembangunan perumahan dan pembangunan pertokoan dengan jenis rumah toko,” tandasnya. (redaksi.dps@bisnis.co.id/k2)online casino
- 0 Comments
- 137 views
Print