BBM NAIK: Harga barang diprediksi naik 30%
Oleh: Ema Sukarelawanto - Mon Feb 27, 4:03 pm
- 268 views
- Tweet
DENPASAR: Kalangan pengusaha Bali mendesak kepastian usaha atas berkurangnya subsidi bahan bakar minyak yang akan segera ditetapkan yang berpotensi mengakibatkan kenaikan harga barang sebesar 30%.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Distribusi Gede Dananjaya Siaja mengatakan pada kebijakan pemerintah mengurangi subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dipastikan laba dari seluruh sektor usaha akan menipis tergerus biaya pengangkutan. “Pada konsep ini pengusaha dengan skala besar pasti akan menaikkan harga barangnya,” katanya kepada Bisnis, hari ini.
Kenaikan harga barang jadi itu, lanjutya sangat berpotensi melambung antara 20% hingga 30% dari harga saat ini. Pada kenaikan itu, pengusaha menanggung biaya distribusi baik bahan baku maupun barang jadi sebesar 15%. “Pada kenaikan harga barang ini, daya saing lah yang sebenarnya harus diperhitungkan secara matang.”
Mahalnya harga ditingkat konsumen, tegasnya, akan sangat berpengaruh pada kinerja usaha. Sebagai dampak terburuk penjualan akan turun karena harga diakui masih sangat sensitif pada konsumen di Indonesia. “Konsumen akan memilih barang impor dengan harga murah dengan kualitas sama dengan hasil produksi dalam negeri.”
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bali Panudiana Kuhn mengatakan pada berkurangnya subsidi pemerintah terhadap bahan bakar minyak, sektor usaha harus lebih mendapat dukungan. “Karena jelas, ongkos produksi dan distribusi kita akan membengkak,” katanya.
Kepastian usaha itu, lanjutnya, terkait perizinan dan penurunan suku bunga pinjaman untuk modal kerja atau investasi. Saat ini, perizinan usaha di indonesia masih sangat lama, hingga tak banyak calon investor mengalihkan perhatiannya ke luar negeri. Adapun suku bunga pinjaman, masih relatif tinggi dengan bunga 13,5%.
Kuhn menjelaskan pada dikuranginya subsidi, pemerintah harus mampu mengalihkan subsidi yang sebelumnya untuk BBM secara tepat. Ketepatan pengalihan subsidi itu meliputi perbaikan infrastruktur sebagai jaringan distribusi barang. “Misalnya untuk menambah dan memperbaiki jalan serta perbaikan sarana transportasi laut yang selama ini dikeluhkan.”
Dalam konteks kenaikan harga BBM untuk mengurangi beban negara, lanjtnya, Apindo bukan berkepentingan untuk menolak atau menyetuji. “Apindo hanya ingin pemerintah memberikan dukungan kepastian usaha yang saat ini masih setengah hati.”
Jangan sampai, tegasnya, pada kebijakan pemerintah untuk mencabut sebagian subsidi BBM justru akan menggerus pertumbuhan kinerja sektor usaha. “Pada tahun-tahun lalu saat pemerintah menaikkan harga BBM, banyak pengusaha yang jatuh bangkrut karena ceruk untungnya tertekan biaya pengankutan.”
Akhirnya, satu per satu dari pengusaha yang tidak mampu mengalihkan core business-nya menutup usaha dan menonaktifkan karyawannya. Biasanya, ini terjadi pada usaha dengan kategori kecil dan menengah. “Jangan sampai ini terjadi ditengah terus memburuknya perekonomian dunia akibat krisis yang berkepanjangan di Eropa.”(21)online casino
- 0 Comments
- 268 views
Print