DUNIA MAHASISWA: Lebih cerdas sebelum era reformasi
Oleh: balibisnis - Thu Apr 26, 10:51 am
- 365 views
- Tweet
DENPASAR: Mahasiswa sebelum era reformasi dinilai lebih cerdas, lebih teliti, dan berkemauan keras untuk belajar.
Rektor Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Prof Sri Darma mengatakan lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi setelah masa reformasi dari segi mutu kemampuan intelektualitasnya mengalami kemerosotan.
Semua itu mempunyai kaitan erat dengan cara pandang siswa bahwa jenjang pendidikan yang ditempuhnya dengan sasaran cepat lulus tanpa memperhatikan mutu dan proses tahapan pendidikan yang ditekuninya.
“Padahal proses pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA sangat ditentukan oleh aktivitas belajar-mengajar sehari-hari, bukan nilai tertinggi dalam pelaksanaan ujian nasional (UN),” katanya hari ini.
Ia mengemukakan proses pendidikan dalam berbagai jenjang pendidikan yang dihasilkan, mutunya jauh lebih baik pada era sebelum reformasi dibanding setelah reformasi.
Bahkan dalam beberapa tahun terakhir setelah penyelenggaraan UN, semua pihak, mulai dari siswa, masyarakat, dan guru hanya mengejar nilai tertinggi dan persentase kelulusannya mencapai 100 persen.
Sri Darma menilai bahwa hal itu hanya bersifat semu karena tanpa diimbangi proses pendidikan yang baik dalam aktivitas keseharian.
“Pemerintah melaksanakan UN sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan pendidikan secara nasional, bukan meraih nilai tertinggi saat UN,” katanya.
Kelulusan siswa ditentukan oleh beberapa faktor, meliputi nilai yang diperoleh dalam hasil evaluasi pelajaran sehari-hari, perolehan nilai semesteran dan nilai saat UN.
Nilai rata-rata penggabungan itulah yang menentukan kelulusan UN, bukan hanya ditentukan oleh pelaksanaan UN. “Oleh sebab itu pelaksanaan proses belajar mengajar dalam aktivitas keseharian harus dilaksanakan dengan baik, termasuk guru dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sehari-hari,” kata Sri Darma.(ant)online casino
- 0 Comments
- 365 views
Print