GERBANGSADU: Membangun Desa di Semua Lini

Oleh: I Komang Robby Patria - Tue Sep 18, 6:17 pm

DENPASAR- Parameter dana pembangunan program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) meletakkan pembangunan di semua lini mulai dari persentase fisik sebesar 20% dan sisanya untuk akses permodalan sebesar 80%.

Koordinator Pendamping program Gerbang Sadu Provinsi Bali AA Ngurah Wisnumurti menuturkan berbanding terbalik dengan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan yang lebih mengutamakan aspek fisik. Sehingga, lanjutnya aspek pembangunan fisik juga akan diarahkan kepada fasilitas yang menunjang kegiatan ekonomi produktif seperti jembatan, reservoir air ataupun toko serba.

Wisnumurti juga menjelaskan adapun kunci utama pada pelaksanaan program ini, adalah dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan dalam mengelola dana keuangan yang telah dicairkan sebesar 80%, sisanya sebesar 20% dari total dana yang diterima desa yang menjadi sasaran sebesar Rp1,02 miliar tersebut dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Desa (LPM).

“Jadi bukan kepala desa yang memegang dana, tetapi dikoordinir melalui BUMDES dan LPM desa sasaran Gerbang Sadu,” ungkapnya,Senin (18/9).

Kepala Badan Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (BPPMD) Bali Putu Astawa mengatakan hingga saat ini dari 5 desa yang menerima dana Gerbang Sadu yakni diantaranya desa Pejukutan Nusa Penida, kabupaten Klungkung, desa Pejarakan, kabupaten Buleleng, desa Bandem, kabupaten Karangasem, desa Lokapaksa kabupaten Buleleng dan desa Songan B, kabupaten Bangli sebagian besar telah menyerap dana sesuai dengan format anggaran. Bahkan, diantaranya sudah dapat memberikan hasil keuntungan dari penyewaan alat pertanian, kegiatan simpan pinjam dan hasil penjualan ternak.

Kendati demikian, lanjutnya, untuk dapat mengetahui efektiitas dana yang telah terserap di masing-masing desa masih perlu membutuhkan waktu dan proses yang masih berlanjut. Pada November 2012 mendatang BPPMD akan menyiapkan dana anggaran Gerbang Sadu bagi 77 desa sasaran lainnya yang masuk dalam kategori miskin di atas 35%.

“Dari anggaran APBDP 2012, kami tetap mengalokasikan Rp1,02 miliar kepada masing-masing dari 77 desa sasaran, dan selama 5 bulan ini kami sedang mengkaji proposal yang berisi potensi ekonomi apa yang bisa dikembangkan dari desa-desa itu,” ujarnya.(redaksi.dps@bisnis.co.id/k2)
online casino

Leave a Reply

Comments are closed on this post.