Jelang Galungan harga buah merangkak naik
Oleh: Tri Vivi Suryani - Mon Jan 30, 7:44 pm
- 684 views
- Tweet
MATARAM: Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, harga buah-buah di Kota Mataram mengalami kenaikan secara signifikan.
Beragam jenis buah, baik lokal maupun impor, mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Kenaikan ini disebabkan melonjaknya permintaan masyarakat, khususnya umat Hindu di Mataram.
Nengah Merti, pedagang lokal di Pasar Pagesangan, Mataram, mengatakan, sudah sejak seminggu ini harga buah-buahan mulai naik. Dia mencontohkan, harga pisang raja yang semula harganya Rp14.000-Rp15.000 per sisir, sekarang menjadi Rp20.000.
“Tidak hanya pisang, buah lainnya juga naik. Seperti manggis, yang biasanya Rp13.000/kg, sekarang naik jadi Rp18.000/kg. Rambutan dulu Rp7.000/kg melonjak jadi Rp14.000/kg. Pokoknya hampir semuanya naik, karena diperlukan untuk hari raya,” katanya, hari ini.
Kata Merti kenaikan harga tidak hanya dipicu karena sudah menjelang Hari Raya Galungan, melainkan karena proses pengiriman ke NTB yang mengalami hambatan. Biasanya, NTB dipasok pisang dari NTT, tapi karena cuaca buruk, alhasil proses pengirimannya pun menemui hambatan.
“Begitu juga dengan pengiriman buah salak, yang biasanya dipasok dari Bali. Karena pelabuhan belum buka sepenuhnya, jadinya stok salak kosong. Biasanya, setiap tiga hari, saya dipasok salak sampai 50 kg untuk sekali pengiriman,” tuturnya.
Tak hanya di pasar tradisional, di Pasar Buah Cakranegara pun harga komoditi yang ditawarkan mengalami kenaikan hingga di atas 20%, baik buah lokal maupun impor.
Moh Mukri, pedagang buah di Pasar Buah Cakranegara menyatakan, sudah sejak tiga hari terakhir, buah-buahan dari berbagai jenis sedang laku keras. Mulai dari duku, rambutan, wani, manggis, pear, apel, anggur dan lainnya.
“Duku sekarang Rp20.000 per kilogramnya. Memang naik karena biasanya sekitar Rp14.000-Rp.15.000/kg. Kalau wani, dijual dengan harga Rp10.000/kg. Susah cari buah sekarang, makanya mahal-mahal,” papar Mukri. (k3)
Dia melanjutkan, buah lokal agak susah didapatkan kalau dipasok dari luar Lombok, mengingat kondisi pelabuhan belum lancar aktivitasnya. Namun kalau buah jenis manggis atau rambutan, masih mudah diperoleh karena sentra budidayanya berasal dari kawasan Narmada, Lombok Barat.
“Buah impor juga lebih mudah didapatkan dari pemasok karena relatif bisa tahan lama, tidak mudah busuk seperti buah lokal. Makanya masyarakat jadi lebih memilih buah impor. Biar harganya naik, tapi karena diperlukan untuk hari raya, tetap dibeli juga,” ujarnya.
Untuk buah impor, jelas Mukri, kenaikannya bisa sampai 30%-40% dari harga normal. Misalnya, apel impor yang hari-hari biasa ditawarkan dengan harga Rp18.000-Rp22.000, kini harganya melonjak jadi Rp26.000-Rp28.000.
- 0 Comments
- 684 views
Print