KP3EI: Siapkan Lima Proyek Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara
Oleh: I Komang Robby Patria - Fri Sep 14, 5:21 pm
- 360 views
- Tweet
BADUNG–Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata tim kerja KP3EI koridor ekonomi Bali-Nusa Tenggara menetapkan 5 Kawasan Perhatian Investasi (KPI) yang siap dengan 7 proyek dan nilai investasi Rp29,4 triliun.
Firmansyah Rahim, Kepala Sekretariat Pendukung Tim Kerja Komisi Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) mengatakan sebagai kawasan strategis dimana terdapat investasi swasta dengan nilai signifikan, 5 KPI tersebut diantaranya terdapat 3 proyek di Bali. Dengan total nilai investasi sebesar Rp14,5 triliun lebih, proyek itu terbagi dalam dua wilayah, Buleleng sebanyak 2 proyek senilai Rp10,5 triliun lebih dan 1 proyek di kabupaten Badung senilai Rp4 triliun.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Tim Kerja KP3EI mengalokasikan 1 proyek di Lombok Tengah senilai Rp3 triliun, sedangkan di provinsi Nusa Tengara Timur (NTT) terdapat 3 proyek yang siap dengan total nilai investasinya mencapai Rp11,9 triliun, dimana di Kupang sebanyak 2 unit senilai Rp1,9 triliun dan Sumba Timur senilai Rp10 triliun.
Firman menyebutkan dari 2 proyek di Buleleng, proyek pertama adalah jasa akomodasi berupa hotel dan cottage, lapangan golf dan jasa rekreasi dengan nilai investasi Rp10,5 triliun lebih. Melalui pelaksana proyek PT Stupa Mahayana, sejak per Agustus lalu, status perkembangannya masih dalam tahapan memperoleh ijin prinsip. Proyek lainnya di Buleleng senilai Rp5 miliar, adalah pengembangan pusat pembibitan udang dengan pelaksana proyek oleh PT Central Bali Bahari yang saat ini dalam status yang sama.
Proyek ketiga berikutnya berada di kabupaten Badung dengan nilai investasi Rp4 triliun, adalah pengembangan sarana pariwisata Meeting Incentive Convention Exibithion (MICE) atau yang sebelumnya disebut Bali International Park (BIP). Pembangunan fasilitas MICE ini pengerjaannya meliputi pembangunan convention hall, exhibition hall, hotel resort, plenary hall dan hotel world culture.
“Dari pelaksana proyek oleh PT Jimbaran Hijau, terjadi perubahan nama proyek dari BIP menjadi Pengembangan Sarana Wisata untuk statusnya per Agustus lalu, selain itu ijin prinsip kawasan pun belum keluar,” jelasnya kemarin saat Rapat Kerja Perkembangan Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara.
Dengan demikian segala isu yang menyangkut proyek BIP, kini semakin terang karena sebelumnya pemerintah provinsi sempat menilai pembangunan BIP ditunda. Hal ini juga sempat ditegaskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, dimana ia menyatakan BIP masih menjadi proyek yang disiapkan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2013 mendatang dan saat ini tahapannya masih dalam proses amandemen.
Jika dijumlah secara total dari nilai investasi ketiga proyek tersebut sebesar Rp14,5 triliun lebih ditambah dengan proyek infrastruktur yang sedang berjalan di Bali sebesar Rp18,2 triliun lebih, maka alokasi APBN untuk keseluruhan proyek mencapai Rp32,7 triliun.
Untuk KPI di Lombok Tengah, tim kerja KP3EI telah menetapkan proyek pengembangan kawasan Wisata Mandalika dimana melalui pelaksana proyek PT Bali Tourism Development Centre (BTDC) alokasi anggarannya mencapai Rp3 triliun. Saat ini penggarapan proyek dalam penyiapan dokumen pengembangan kawasan yang sudah selesai dalam studi kelayakan dan menyisakan studi ekonomi serta proses review dokumen kerangka acuan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang sebelumnya sudah disetujui.
Sementara itu untuk pengembangan wilayah NTT, KP3EI telah menyiapkan 2 proyek KPI di Kupang di antaranya pembangunan smelter mangan senilai Rp1,5 triliun dengan pelaksana proyek oleh PT Jasindo Utama. Proyek yang peletakan pertamanya dilakukan pada tahun ini, saat ini dalam tahap pengeboran untuk mengetahui struktur tanah sehingga dapat menentukan konstruksi bangunannya.
Berdasarkan data KP3EI, proyek kedua di Kupang berikutnya yakni pembangunan industri garam di Teluk Kupang senilai Rp435 miliar. Saat ini pengerjaannya melalui pelaksana proyek PT Garam mengalami kendala lahan karena pada lahan yang sama sebelumnya telah dimiliki ijin Hak Guna Usaha (HGU) oleh investor swasta. Persoalan ini kemudian sedang ditangani BKPM dan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemda provinsi NTT.
Sedangkan proyek jasa penunjang pertambangan minyak dan gas bumi, KP3EI juga menetapkan KPI Sumba Timur dengan nilai investasi Rp10 triliun yang pengerjaannya dilaksanakan oleh PT Tech Oil International dan hingga kini dalam tahapan memperoleh ijin prinsip.
Ketujuh proyek di koridor ekonomi Bali-Nusa Tenggara (NT) tersebut merupakan bagian dari 52 proyek yang dinyatakan siap dan nilai investasi totalnya mencapai Rp122,6 triliun dari 136 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp210,3 triliun, yang mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) no 32 tahun 2011. Sisanya sebanyak 84 proyek senilai Rp78,7 triliun lebih dinyatakan tidak siap.
Menparekraf Mari Elka Pangestu seusai rapat kerja perkembangan koridor ekonomi Bali-NT mengungkapkan tidak mungkin untuk membuat Perpres baru untuk mengejar ketertinggalan proyek yang tersisa. Maka dari itu, ia mengusulkan untuk memprioritaskan serta memaksimalkan beberapa proyek yang masuk dalam pengembangan koridor ekonomi Bali-NT.
“PR kita masih banyak, tetapi saya yakin jika terus mengadakan koordinasi dan evaluasi akan mempercepat kinerja perkembangan proyek di koridor ini,” jelasnya.(redaksi.dps@bisnis.co.id/k2)online casino
- 0 Comments
- 360 views
Print