MUDIK LEBARAN 2012: Penumpang Bus Turun
Oleh: balibisnis - Sun Jul 29, 2:18 pm
- 243 views
- Tweet
DENPASAR–Arus mudik Lebaran, khususnya yang menggunakan bus dari terminal Mengwi, Kabupaten Badung, Bali ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera dipredisikan mengalami penurunan.
Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Bali Standly Suwandhi mengatakan arus mudik lewat Bandara Ngurah Rai yang terjadi H-7 hingga H+7 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Bus yang berangkat dari Bali ke berbagai kota tujuan di Jawa dan Sumatera diperkirakan menurun 13% dan penumpang berkurang delapan persen dibanding arus mudik Lebaran tahun sebelumnya,” katanya, Minggu (29/7).
Masyarakat yang melakukan mudik terkait Idul Fitri 1 Syawal 1433 H dari Bali melewati Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan lebih banyak menggunakan sarana transportasi pribadi, baik kendaraan maupun sepeda motor.
Dengan demikian penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, yang meliputi bus dan kendaraan pribadi diperkirakan tetap meningkat dibanding mudik tahun sebelumnya.
Kondisi harian Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk selama dua minggu mulai H-7 hingga H+7 untuk penumpang naik sepuluh persen, sepeda motor bertambah lima persen dan kendaraan naik enam persen.
Standly Suwandhi menambahkan, sementara arus mudik lewat Bandara Ngurah Rai untuk keberangkatan domestik naik 23% dan tujuan internasional bertambah 16 persen.
Sedangkan kedatangan penumpang dari berbagai kota di Indonesia meningkat 18% dan kedatangan penumpang penerbangan internasional tidak mengalami kenaikan.
Bali dalam mengantisipasi arus mudik, Dewan Pengurus Daerah Organisasi Angkutan Darat (Organda) setempat telah menyiapkan sedikitnya 325 angkutan reguler.
Sekretaris DPD Organda Provinsi Bali Yus Suhartana dalam kesempatan terpisah menjelaskan, selain menyiapkan 325 angkutan, masing-masing angkutan antar kota antar Provins (AKAP) juga menyiapkan bus cadangan.
Selain itu juga menyapkan bus pariwisata sebanyak 100 unit sebagai cadangan yang sewaktu-waktu bisa dikerahkan, jika angkutan reguler tidak mampu melayani penumpang terutama pada puncak mudik Lebaran.
“Pengalokasian 100 bus pariwisata itu tidak akan mengganggu pergerakan angkutan pariwisata di Bali, mengingat di daerah ini ada sekitar 1.000 bus untuk angkutan wisatawan,” ujarnya.(ant/k2)
- 0 Comments
- 243 views
Print