Nyepi untuk tampil lebih baik
Oleh: Ashari Purwo - Fri Mar 23, 3:35 pm
- 760 views
- Tweet
DENPASAR: Unjuk rasa menangkis upaya pemerintah menyesuaikan harga beli bahan bakar minyak masyarakat terhadap harga pasar dunia kian mengganas.
Di Medan dan Jakarta sejumlah aksi sudah terjadi. Kota Makassar menggelar aksi serupa dengan khas anarkis. Demonstran membakar sejumlah mobil perusahaan dan plat merah milik pemerintah dan SPBU.
Kepolisian mencatat pada Rabu 21 maret ada 49 kegiatan unjuk rasa menolak penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 7.263 orang.
Imbauan agar tidak melakukan demonstrasi pun muncul dari presiden sampai calon pengelana politik yang ingin meraih nama besar dari momentum ini.
Perkara menaikan harga BBM di tingkat konsumen Indonesia boleh jadi benar, karena harga di tingkat pasar dunia sudah melambung tinggi diatas Indonesian crude price (ICP). Bahkan, banyak pakar yang mengganggap kenaikan harga BBM seharusnya dilakukan beberapa waktu lalu.
Apapun tradisinya, upaya menaikkan harga BBM harus diiringi dengan aksi ketidakpuasan. Sebuah tradisi yang dianggap pantas bagi rakyat Indonesia untuk menyuarakan pendapat. Pasalnya, pemerintah dianggap sudah tidak mampu lagi mendengar keinginan rakyat yang sudah serbasulit terpenuhi.
Alih-alih berbicara tradisi ricuh di belahan Nusantara, boleh kita melirik pulau seribu pura, Bali. Di provinsi berpenduduk sekitar 4,1 juta orang ini mampu membuat tradisi riuh dengan persiapan lebih dari sebulan.
Jajaran Kepolisian Daerah Bali menyiagakan dua peleton satuan Pengendali Masyarakat dan dua peleton satuan Brimob. Sementara Polresta Denpasar terekam menyiagakan 1.153 personil dari semua kesatuan.
Menjelang Kamis 22 Maret malam, kemacetan mulai terjadi di jalanan protokol. Ogoh-ogoh bernilai jutaan rupiah itu dipindah dari balai banjar ke pinggir jalan. Untuk kemudian diarak keliling kawasan dalam ritual tawur kesanga.
Selain itu, kemacetan tak hanya terjadi karena arakan Ogoh-ogoh. Jalanan juga ditutup oleh pengaman desa yang biasa disebut Pecalang. Listrik, mesin ATM dan akses masuk Bali mulai bandara Ngurah Rai dan enam pelabuhan laut lainnya ditutup selama 24 jam. Pemadaman listrik saat pelaksanaan Nyepi pun diklaim PT PLN Persero untuk berhemat energi sekitar Rp4 Miliar atau setara 270 megawatt (MW).
Nyepi kali ini, Ogoh-ogoh atau patung raksasa akan dibakar pada malam menjelang perayaan pun disiapkan jauh hari. Tak hanya itu, sesaji untuk menyucikan diri pun disiapkan hingga lengkap. Ritual tahunan ini disajikan dengan tak kurang satu apapun.
Patut memang. Rakyat Bali ingin memaknai kesungguhan berpendapat atau apapun yang lebih baik dengan meniadakan aktivitas sehari-hari. Secara filosofis Catur Brata Panyepian, yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungaan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Keempat nilai kesunyian, Nyepi bisa mempunyai nilai universal yang cocok dalam konteks global saat ini. Boleh dikata, Nyepi harusnya dimaknai semua orang.
Tentang kesunyian Mahatma Gandhi pernah berucap, kesunyian merupakan unsur penting untuk disiplin batin bagi seorang pencinta kebenaran. Kecenderungan untuk melebih-lebihkan atau mengabaikan ataupun mengubah kebenaran, sengaja atau tidak, merupakan suatu kelumrahan bagi manusia.
Hari suci Nyepi diklaim warga Bali sebagai ajang ritualistik yang mampu mempengaruhi psikologi. Ritual itu dianggap mentransformasi gairah kebebasan manusia menjadi hening. Rakyat Bali menganggap perenungan untuk berkontemplasi sejenak akan membuat hidup jauh lebih bermanfaat, bagi agama, nusa dan bangsa.
Mulai pagi ini pukul 06.00 wita yang jatuh pada hari Jumat hingga 06.00 wita keesokan harinya, warga Hindu Bali meniadakan segala aktivitas. Namun agenda mingguan pemeluk Islam pun dipersilakan ‘Jumatan’. Meski dengan kawalan pecalang dan kepolisian sektor setempat.
Namun jangan salah, aksi Silent Day itu sama sekali tidak dalam kaitan ikut mengendalikan kebijakan pemerintah. Mereka hanya menyerahkan diri untuk menuju sunya atau keheningan. Memang sudah saatnya Indonesia memaknai tradisi Nyepi di Bali. Berhenti sejenak untuk tampil menjadi lebih baik.online casino
- 0 Comments
- 760 views
Print