PKB 2012: Telah Terjadi Degradasi Budaya

Oleh: balibisnis - Tue Jun 19, 3:21 pm

DENPASAR–Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang telah berlangsung 34 tahun mengalami degradasi, di antaranya pada pawai dan pementasan kesenian yang dipusatkan di Taman Budaya.

“Kami harapkan Gubernur Bali untuk secepatnya melakukan evaluasi agar pelaksanaan seni dan budaya tahunan tersebut kembali pada kitahnya semula,” kata Tjokorda Raka Kerthiyasa, anggota Komisi IV DPRD Bali di Denpasar, Selasa (19/6).

Berdasarkan catatan sejarah bahwa PKB yang digagas Prof Dr Ida Bagus Mantra, mengandung makna sebagai puncak-puncak kebudayaan dan kreativitas berkesenian di masing-masing daerah kabupaten dan kota untuk ditampilkan pada ajang itu.

“Kami harapkan dievaluasi pelaksanaan PKB itu, sehingga ke depannya lebih baik. Tidak seperti sekarang, para seniman jauh-jauh hari telah mempersiapkan untuk tampil pada pawai. Tapi pentas hanya sebentar pada panggung kehormatan dan setelah itu bubar,” ucap tokoh puri Ubud, Kabupaten Gianyar, seusai menghadiri sidang pandangan umum Fraksi DPRD tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksana APBD Pemprov Bali 2011 dan Ranperda tentang Subak.

Ia mengatakan, banyak para seniman merasa kecewa pada pawai PKB ke-34 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Kota Denpasar. Karena harapan para seniman yang datang dari kabupaten dan kota di Pulau Dewata waktu itu dapat maksimal menunjukan seninya.

“Tapi waktu itu hanya sesaat, bahkan para seniman itu oleh petugas digiring untuk cepat-cepat bergeser dari panggung utama yang disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan konsulat negara-negara sahabat,” ujarnya.

Semestinya, kata dia, pihak panitia memberikan porsi lebih terhadap kesenian yang mulai langka di Pulau Dewata untuk menunjukan kebolehannya di depan panggung kehormatan tersebut.

“Nah, waktu itu justru durasi pementasannya sangat pendek, sehingga banyak seniman yang merasa kurang dihargai,” katanya.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ketut Suastika pihaknya sependapat ada evaluasi demi kemajuan dan perbaikan ke depannya.

“Kami sependapat untuk mengevaluasi lebih dalam. Walau selama ini setiap akhir kegiatan ada pengkajian dan evaluasi PKB. Mungkin ke depannya pementasan peserta tidak saja di depan panggung kehormatan, akan tetapi juga di sekitar kegiatan itu. Soal tempat pawai akan tetap digelar di depan Monumen ‘Bajra Sandhi’. Karena tempatnya juga cukup representatif,” kata Suastika.(antaranews.com/k2)online casino

Leave a Reply

Comments are closed on this post.