SANUR VILLAGE FESTIVAL: Mengusung Spirit ‘Salampah Laku’

Oleh: Ema Sukarelawanto - Wed Aug 01, 2:32 pm

DENPASAR– Yayasan Pembangunan Sanur kembali menggelar Sanur Village Festival  pada 26-30 September 2012 bertema Salampah Laku yang dimarakkan berbagai kegiatan untuk promosi pariwisata dan menggerakkan perekonomian warga setempat.

Ketua Umum Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan festival ketujuh ini sengaja digelar menjelang low season untuk menggairahkan kepariwisataan di Sanur. Lokasinya tidak lagi di Pantai Matahari Terbit seperti tahun lalu, tapi di lapangan Inna Grand Bali Beach.

“Kita telah mengevaluasi enam festival sebelumnya dan ingin merayakan kehidupan warga Sanur ini dengan lebih bermakna dan mengesankan,” kata Sidharta Putra yang akarab disapa Gusde, hari ini.

Tema Salampah Laku diambil dari judul salah satu geguritan (syair) karya pengarang besar Bali modern Abad Ke-20 Ida Pedanda Made Sidemen, dari Geriya Taman Intaran, Sanur. Filosofi kearifan lokal diangkat untuk menyemangati daya hidup kepariwisataan yang menyokong begitu banyak aktivitas warga mulai dari kegiatan spiritual hingga perekonomian.

Menurut Gusde geguritan tersebut berisi kisah perjalanan hidup yang sarat falsafah dan ajaran Ida Pedanda Made Sidemen, seorang pandita multitalenta, undagi (arsitek), dan pemahat mumpuni.Geguritan ini melukiskan pengembaraan Ida Pedanda Made Sidemen saat menempuh perjalanan suci (dharma yatra) mencari pengetahuan hidup di Griya Mandara, Sidemen, Karangasem.

Dalam konteks kekinian Salampah Laku diharapkan menjadi inspirasi bagi semua insan agar termotivasi mencapai kesempurnaan dan kesucian hidup dengan mewujudkan satunya pikiran, perkataan, dan perbuatan. Salampah Laku mengilustrasikan laku kehidupan yang mengalir laksana air dan dijalani secara ikhlas agar mendatangkan manfaat bagi lingkungan dan sesama.

Salampah Laku mengandung nilai religiusitas, sosio budaya, dan pendidikan bernilai tinggi.Nilai pendidikan sangat tepat untuk dikedepankan terkait pelaksanaan Sanur Village Festival kali ini untuk mendorong warga agar tak pernah berhenti belajar. Nilai pendidikan ini juga untuk memberikan teladan dan semangat mengembangkan kepariwisataan di Sanur khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Nilai pendidikan tersebut diwujudkan melalui suatu kegiatan yang dapat dinikmati khalayak, tanpa mengurangi nuansa universal-internasional di tengah aktivitas seni dan sosial budaya warga Sanur.“Festival kali ini bakal menampilkan pencapaian puncak dari berbagai kegiatan masyarakat Sanur agar memotivasi dan menginspirasi generasi ke depan untuk menggapai prestasi terbaik,” kata Gusde yang juga Ketua PHRI Denpasar itu.

Gusde menjelaskan kegiatan festival kali ini di antaranya food festival, kegiatan peduli lingkungan, bazar, turnamen golf, pameran foto, parade jukung, fun games, body painting, melukis wajah & karikatur, yoga massal, panggung hiburan, dan berbagai kegiatan yang melibatkan pengunjung serta wisatawan asing.

Aktivitas peduli lingkungan yang akan dilakukan, lanjut Gusde, bersih-bersih pantai, konservasi terumbu karang, edukasi lingkungan hidup, pelepasan tukik, dan penanaman pohon langka. “Penanaman pohon kali ini diutamakan tanaman langka yang biasanya digunakan dalam upacara keagamaan,” kata Gusde.

Selain itu akan digelar diskusi budaya Membumikan Gagasan dan Pemikiran Ida Pedanda Made Sidemen untuk mendekatkan berbagai dimensi pemikiran  Sidemen dengan masyarakat dan kekinian. Sejumlah tokoh diundang untuk menulis dan membahas dalam suatu diskusi yang hasilnya akan dibukukan.

Kata Gusde ada satu acara yang pelaksanaannya mendahului yakni Sanur International Kite Festival di Pantai Mertasari mulai 5 Agustus mendatang dengan peserta dari dalam dan luar negeri.(redaksi.dps@bisnis.co.id/k2)online casino

Leave a Reply

Comments are closed on this post.