SOAL KENAIKAN TDL: Kalangan Pariwisata Keberatan

Oleh: Steffi Novita Purba - Thu Sep 06, 6:49 pm

DENPASAR–Pemangku kepentingan industri pariwisata di Bali menyikapi rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dengan melakukan penyesuaian harga.

Ngurah Wijaya, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, merasa keberatan terhadap rencana kenaikan TDL karena akan menambah beban biaya bagi para pelaku sektor pariwisata khususnya.

“Seharusnya pemerintah terlebih dahulu melakukan sosialisasi sebelum menaikkan TDL, karena jika tiba-tiba maka akan membuat semua pihak kaget,” ungkapnya, Kamis (6/9).

Menurutnya, kalangan industri pariwisata mengkonsumsi energi listrik terbanyak di Bali. Seharusnya para pengusaha di sektor ini diberikan kebijakan khusus terkait tarif listrik.

“Kebijakan menaikkan TDL harus juga diimbangi dengan pelayanan dan fasilitas penunjang yang memadai,” ucapnya.

Perry Markus, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, mengatakan adanya rencana kenaikan TDL akan dihadapi oleh para pengusaha khususnya hotel dan restoran.

“Kenaikan TDL akan memberatkan terutama masa sekarang, tetapi perlu disikapi secara positif dengan berbagai cara,” tuturnya.

Menurutnya, para pengusaha akan melakukan berbagai cara untuk menekan membengkaknya biaya produksi dengan melakukan sejumlah efisiensi supaya tidak merugi.

“Adanya kenaikan pasti juga akan ada kenaikan tarif kamar hotel tetapi sebelumnya dilakukan penghitungan khusus dan besaran kenaikan tarif belum bisa diperkirakan,” jelas Perry.

Menanggapi hal ini, Adinda Ashrinintya, Public Relations Manager Hotel Harris Sunset Road, menuturkan pihak manajemen hotelnya belum akan menaikkan tarif hotel hingga akhir tahun 2012.

“Dengan adanya rencana kenaikan TDL, pihak hotel baru akan menaikkan tarif kamar per awal tahun. Sudah resiko yang harus diterima dengan kenaikan ini, menyikapinya dengan melakukan penghematan,” tandasnya. (redaksi.dps@bisnis.co.id/k2)online casino

Leave a Reply

Comments are closed on this post.